Kasus Reinaldi, Bukti Orang Miskin Dilarang Sakit

Posted on Updated on

sakit 1Keberpihakan penguasa dalam memberikan pelayanan kepada rakyat mendapat catatan sangat buruk di negeri ini.  Berikut sebuah catatan buram (meski sdh 1 tahun lalu – tapi tetap aktual) tentang nasib kaum mustadh’afin di negerinya sendiri, sebuah negeri yang diakui dunia teramat kaya ;
Jakarta – Duka masih menyelimuti sebuah rumah berukuran 6×3 meter di Gang Tanjung, Nomor 1H, RT 04/06, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Bendera kuning yang masih terbentang seakan mewakili kesedihan yang tengah dirasakan.
Rumah tersebut adalah milik Asmadi (45) yang masih berduka setelah ditinggal pergi sang cucu, Reinaldi, bocah berumur lima bulan yang meninggal setelah dipaksa pulang pihak Rumah Sakit Haji Pondok Gede karena tak mampu bayar.

Kepada okezone, Asmadi berkeluh kesah terkait kesedihan yang dialaminya. Dia tidak menyangka peristiwa tragis tersebut menimpa cucu kesayangan satu-satunya.

“Rasanya baru kemarin saya mendengar tawa dan tangis dia. Saya masih tidak percaya dengan kejadian ini,” ujar Asmadi dengan tatapan penuh duka.

Kepergian Reinaldi tidak hanya membuat sedih Asmadi, namun juga telah melengkapi penderitaan putrinya yang juga ibu kandung Reinaldi bernama Haryanti (26). Sebab, sebelum ditinggalkan si buah hati untuk selamanya, wanita itu sudah ditinggal kabur suaminya terlebih dahulu saat mengandung Reinaldi.

“Sekalipun dia sudah dikubur, saya masih bingung karena masih punya utang Rp10 juta kepada rumah sakit. Saya bingung mau bayar pakai apa, karena sekarang saya sudah tidak ngojek lagi. Anak saya pun sudah tidak lagi berdagang gorengan,” lirihnya.

Dirinya tidak habis pikir, mengapa pihak rumah sakit tega memaksa pulang Reinaldi dengan alasan sudah sembuh total. “Padahal saya melihat betul kondisi Reinaldi saat itu masih sakit parah,” paparnya.

Kejadian yang menimpa Reinaldi adalah potret bahwa biaya kesehatan masih terbilang mahal di negeri ini. Selain itu, Reinaldi adalah satu dari sekian ribu orang yang belum mendapatkan perhatian pemerintah secara utuh. (Ama@Okezone-2 Nop 2008)

Iklan