Lebih Memalukan

Posted on Updated on

Pengemis 6Kaum dhuafa (mustadh’afin) adalah mereka yang dimiskinkan, kelompok sosial yang dipinggirkan oleh sistem kekuasaan, lalu siapa yang peduli.? Kepada siapa mereka berharap, kepada siapa mereka meminta, bukankah seharusnya penguasa negeri ini yang bertanggung jawab akan nasib mereka, bukankah seharusnya negeri ini yang mengurus & merawat mereka. Jika mereka datang, siapa yang seharusnya menyambut uluran tangan mereka, jika mereka tiba siapa yang menyapa mereka. Jawabnya tiada lain kecuali, “Kita..!” titik.

Mereka adalah diri kita. Keadaan saudara-saudara kita seolah menggugah kesadaran , apakah mau menolong atau tidak, mau terlibat atau tidak, pesan suci Imam Ali bin Abi Thalib seharusnya dapat menggetarkan jiwa yang lemah ini, “Jangan malu memberi sedikit, karena tidak memberi jauh lebih memalukan.”

Di bulan yang mulia penuh berkah, rahmah dan maghfirah ini sepantasnya kita melatih diri-diri kita untuk mengeluarkan infaq-shadaqah haq saudara-saudara kita yang membutuhkan, bukankah Nabi Suci saw, bersabda, “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Ingatlah sepenggal kisah di bawah ini; Suatu hari seorang pengemis datang kepada Rasulullah Saww lalu salah seorang Sahabat berkata, ” Wahai Rasulullah, apa engkau tidak takut pengemis itu berdusta kepadamu?” Rasulullah menjawab, “Apa kau tidak takut jika pengemis itu tidak berdusta?”

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Di antara amal yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla adalah mengenyangkan orang mukmin yang lapar, atau meringankan deritanya atau menunaikan hutangnya.” (Al-Wasail 6: 328, hadis ke 3)

Kalau kita tidak peduli, kita sudah merampas kehormatan mereka, kalau kita tidak menyerahkan haq mereka sebenarnya kita sudah memperkosa diri kita sendiri  dan itu jauh lebih memalukan. (Bersambung)

Salam Perjuangan. Bahtera2009 @Ama Salman

Iklan