Islam yang Dijual

Posted on Updated on

Yusuf 5BU (20/09/09): Agak menggelikan juga ketika melihat seorang ustadz jadi bintang iklan. Gelisah juga kita melihat training agama yang marak dengan biaya tinggi. Ini belum termasuk berbagai salon, supermarket, acara televisi  bahkan sekolah yang menggunakan Islam sebagai label. 

Sama halnya dengan Ornop yang menjadikan ummat sebagai objek riset, program dengan dalih demokrasi, pluralisme atau gender. Labelisasi beragam alat-alat produksi dan ekonomi seolah menjadi stempel sahnya sebuah barang dagangan menjadi berstandar agamis.

Untuk semua itu ummat berhak untuk membayar dengan harga mahal mulai dari  Sekolah Islam, Hotel  Islami, Bank Syariah,  Perda Syari’ah, tapi hingga saat ini tidak pernah melakukan “syari’ahisasi” dalam upah buruh, pelayanan publik, transportasi masal, kesehatan rakyat, lapangan kerja dll. Label  dan embel-embel cap “syari’ah” sudah menjadi semacam ijin  resmi bahwa semua produk yang dianggap sesuai dengan kitab suci, apalagi jika semua usaha ini meletakkan beberapa tokoh sebagai magnit dan mewakili kebenaran Tuhan.

Jika Islam jadi agama yang diperjualbelikan maka peran agama sebagai penegak keadilan dan kekuatan yang melawan kesewenang-wenangan jadi lenyap.

Kini agama itu hanya berada di tangan komplotan atau mafia yang menyembunyikan firman Tuhan sesuai pesanan dan kehendak pasar. Andai keadaan terus seperti sekarang, adalah benar kata Karl Marx,  “Agama itu hanya Candu” Betul sekali ucapan Rasulullah saww yang menggambarkan “..kelak Islam hanya seperti buih”, banyak pengikutnya tapi tak ada mutu!

Wassalam

Tetap SEMANGAT & SHALAWAT

Ama Salman al-Banjari@2009

Iklan

2 thoughts on “Islam yang Dijual

    Taskam said:
    30 September 2009 pukul 05:14

    Mudah2an kita bisa berbaik sangka kepada orang2 islam karena itulah yang dicontohkan Rosullullah karena kita tidak tahu apa yang ada dibalik setiap hatinya….

    dolhamdi said:
    13 Oktober 2009 pukul 16:28

    sangat tajam dan mengena ulasannya..sesuai realita sekarang ini.salut.

Komentar ditutup.