Selamat Datang Israel..!

Posted on

Tulisan ini merupakan bagian kedua dari surat seorang sahabat kepada Bp. Tifatul Sembiring Mantan Ketua PKS.
————————————————————-

SELAMAT DATANG ISRAEL, KAMI SIAP MENYAMBUT ANDA ūüėČ

Kerumunan massa berjubel dengan meneriakkan jargon-jargon keadilan di beberapa sudut jalan Jakarta saat ramainya masa kampanye beberapa waktu lalu, berberapa spanduk mereka tunjukkan sebagai aksi expressive penolakan bentuk kekejaman negara Israel dalam serangannya Ke Gaza pada tahun 2009 silam. ‘Save Palestine’, ‘Zionism Destroy Humanity: Act Now’,kemudian (spanduk) ‘One Man One Dollar to Save Palestine’, memenuhi mayoritas tulisan-tulisan spanduk pada aksi demonstrasi yang dilakukan oleh komunitas Partai Keadilan Sejahtera ini. Walau aksi ini dianggap kalangan tertentu sebagai pemanfaatan tragedi kemanusiaan dalam meraih simpati publik dalam masa kampanye politik, namun sang pemimpin partai dengan gagah berani tetap istiqamah dalam meneriakkan aksi dukungan pada pejuang kemanusiaan Palestina, mengingat aksi ini adalah salah satu bentuk manifestasi dari salah satu misi partai yaitu
“Ikut memberikan kontribusi positif dalam menegakkan keadilan dan menolak kedhaliman khususnya terhadap negeri-negeri muslim yang tertindas.”

Mereka (Partai Keadilan Sejahtera) dengan jelas mengecam serangan Israel ke jalur Gaza, Palestina yang menewaskan lebih dari 1000 orang serta menewaskan lebih dari 220 anak-anak telah terbunuh sejak Operasi Cast Lead dilancarkan pada 27 Desember, menurut Ketua Layanan Darurat Gaza Moawiya Hassanein ini. Mereka dengan sigap menginstrusikan para calegnya untuk menyisihkan sebagian dana kampanye untuk disumbangkan ke Palestina, sebagai langkah kongret dukungan.

Saat Bapak Pemimpin Partai ini diwawancarai oleh media tokoh partai yang terkesan sangat apresiatif terhadap nilai-nilai kemanusiaan ini mengatakan :
“Insya Allah kita akan menghidupkan kembali ‘one man one dollar to save Palestine’,” ujar Presiden PKS, Tifatul Sembiring

Mengenai pernyataan Presiden Amerika Serikat George W Bush, yang mendukung serangan Israel. Tifatul mengatakan, Amerika juga berada di balik ketidakjelasan nasib Palestina selama ini.
“Bush sudah ditolak oleh pemerintah internasional, Bush jangan bicara sepotong-potong. Siapa yang merusak perjanjian dari awal. Siapa yang memecah belah antara Hamas dan Fatah. Bertahun-tahun bantuan diboikot, suplai listrik ke Palestina dilarang,” kecamnya.
* * * * *

Alhamdulillah, Bapak yang terkesan sangat aktif dalam memperjuangkan nasib rakyat Palestina yang disudutkan oleh media asing tersebut, akhirnya diamanahkan untuk menduduki salah satu posisi penting di Kabinet Indonesia Bersatu season II.

Sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi, beliau memiliki program yang visioner untuk meningkatkan kompetensi BUMN yang sering dikatakan tidak profesional oleh kalangan tertentu. Salah satu program adalah membenahi sistem IT dalam PT. TELKOMSEL.

Namun ada yang aneh dalam proses ini….

Ada dua musuh kemanusiaan yang turut serta dalam proses program yang sangat mulia tersebut…
Hal ini seperti yang dilansir oleh Gatra Nomor 11 Beredar Kamis, 21 Januari 2010

Lalu Siapa Covergyst ?
Convergyst adalah perusahaan asal Israel yang selama ini berpengalaman menangani tagihan existing, didirikan tahun 1991, headquarter terletak di Israel

Dan siapa Amdocs tersebut ?
Secara historis, Amdocs adalah perusahaan yang didirikan di Israel oleh Aurec Group, sebuah korporasi bisnis milik milyarder Yahudi, Morris Kahn. Ia termasuk 10 besar orang terkaya di Israel.

Di sumber lain, topeng Amdocs sedikit tersingkap :
Amdocs is a provider of software and services for billing, customer relationship management and operations support systems. It is reported as having a turnover of 2.8 billion dollars in 2007, and is a key player in the Israeli economy, encouraged and supported by the Israeli government. Amdocs has over a quarter of its workforce in Israel and has declared its support for the so-called ‘security’ policies of the Israeli government.

Seperti yang dilansir oleh media
Indikasi bahwa Amdocs adalah perusahaan Israel yang memangku kepentingan negara zionis itu terlihat pada jajaran direksi. Terungkap di situs http://www.reuter.com, beberapa direktur Amdocs tercatat pernah menduduki pos penting di Pemerintah Israel.

Ayal Shiran, yang menjabat sebagai Senior Vice President dan Head of Customer Service Business Group Amdocs Limited sejak 2008, adalah jebolan Angkatan Udara Israel. Ia bertanggung jawab atas proyek pengembangan sistem komputer untuk jet tempur F-15 dan pengembangan perangkat lunak untuk F-15 di Boeing.

Sedangkan Zohar Zisapel yang menduduki kursi dewan direksi Amdocs sejak Juli 2008 dan kini menjadi kepala komite inovasi dan teknologi pernah mengenyam karier di Departemen Pertahanan Israel dari 1978 hingga 1982. Ia juga menjadi Ketua Asosiasi Industri Elektronik Israel dari 1998 hingga 2001.

Di beberapa negara, kehadiran Amdocs sempat diboikot lantaran dianggap sebagai kaki tangan Pemerintah Israel. Di Irlandia, misalnya, beberapa politikus mengirim petisi agar Eircom selaku perusahaan “halo-halo” nasional negeri itu menolak proposal yang diajukan konsorsium pimpinan IBM, lantaran konsorsium tersebut membawa serta Amdocs untuk menangani billing system.

“Konsorsium yang menggandeng Amdocs kami persilakan mundur dari kontrak dengan Eircom. Sebab perusahaan itu penyokong kebijakan pertahanan Israel, yang membunuh 1.400 orang Palestina dalam invasinya ke Jalur Gaza,” ungkap Kevin Squire, juru bicara Kampanye Solidaritas Palestina-Irlandia (IPSC) dan Gerakan Anti-Perang Irlandia

Apakah Bapak pejuang kemanusiaan yang begitu lantang berkata ‚ÄúSave Palestina‚ÄĚ, ‚ÄúZionism Destroy Humanity: Act Now’ dan jargon-jargon pertentangan lain untuk korban anak-anak Israel yang terbunuh, dan korban para perempuan yang tak berdaya, sudah melupakan perjuangannya karena empuknya Toyota Royal Crown Saloon‚Ķ., dan sejuknya AC ruangan eksklusif Menteri, Ya‚ĶAllah semoga tidak ?

Untuk itu izinkan saya kembali merestore ingatan Bapak tentang kekejaman sebuah negara yang dinamakan Israel :

* pada tanggal 15 Januari tentara-tentara Israel menyuruh seorang bocah lelaki berusia 11 tahun untuk berjalan di depan mereka selama berjam-jam saat tentara-tentara Zionis itu masuk ke kota Tal al-Hawa dalam rangka menamengi para tentara yang lengkap dengan persenjataan mutkhir dari para sniper, ck..ck, sangat pengecut.

lihat link ini !  supaya Bapak dapat lebih jelas dalam melihat kebrutalan ini

* Dalam penyelidikan awal yang dilakukan oleh Mazlumder, kelompok kemanusiaan asal Turki, mencatat seluruh infrastruktur di Gaza telah dihancurkan, tubuh manusia terkubur oleh bom fosfor, gedung Universitas islam Gaza, laboratorium-laboratorium penting, pusat-pusat perbelanjaan, sekolah-sekolah PBB, Masjid-Masjid, ambulan, dan gedung pemerintahan telah hancur semua‚ÄĚ

* Pelapor khusus hak asasi manusia di wilayah Palestina, Richard Falk menyampaikan laporan tersebut ke Dewan HAM PBB di Jenewa
Dalam laporan setebal 43 halaman, Falk menyatakan bahwa tentara-tentara Zionis Israel telah dengan sengaja mengurung warga sipil di Jalur Gaza di tengah zona perang. Tentara-tentara Israel melarang warga sipil meninggalkan Gaza selama perang 22 hari berlangsung. dan menyerang gudang cadangan makanan warga.

* Pada saat perang, di Palestina adalah sebuah neraka, tidak ada tempat aman, bahkan kantor UN disana pun dihujam dengan bom berjenis white phosphorus shells, tidak hanya gedung UN bahkan fasilitas kesehatan pun menjadi target operasi pembantaian negara Israel, jadi ini bukanlah dimanakan peperangan tapi sebuah pembantaian manusia.

Dalam situs lain
Israel has also come under fire for the use of white phosphorous – a chemical weapon which is deemed illegal to use against military or civilian targets by international law – and depleted uranium during the conflict. The use of such weapons has been allegedly linked to a rise in birth defects among the Gazan population,

Hebat sekali, bahkan bayi yang belum dilahirkan dan belum dikandung pun sudah disiapkan untuk dibunuh, sebuah usaha yang sangat cerdik dan telah disiapkan dengan matang dalam memusnahkan sebuah peradaban.

Wahai Bapak pejuang kemanusiaan, apakah kita akan menjadi salah satu negara ‚Äėpenyumbang‚ÄĚ dan pendukung berbagai bentuk pemusnahan dan kekejian ini‚Ķ.

Dan kabar baiknya bukan hanya itu, bukan hanya masalah kemanusiaan, apakah kita rela mengorbankan informasi sensitif negara kita kepada negara parasit ini, seperti yang pernah terjadi di negaranya penjunjung kapitalis Amerika serikat.

Dilansir oleh
Laporan mendalam Richard H Curtiss yang dikeluarkan Washington Post edisi Juni 2000, sempat menyeret nama Amdocs dalam kasus penyadapan telepon di gedung putih.

Dalam laporan Richard H Curtiss, ia menyebutkan penyadapan telepon dan pencurian data-data penting intelijen AS oleh anggota Mossad sebagai bagian dari aksi spionase. Lantas apa hubungannya dengan Amdocs? Aksi-mata-mata yang dilakukan Israel terhadap Amerika Serikat tersebut diduga melibatkan seorang karyawan Amdocs yang ketika itu menjadi subkontraktor pada program billing telepon untuk CIA. Karyawan pria yang diduga anggota intelijen Israel Mossad tersebut memiliki seorang istri yang bekerja  di kedutaan Israel di Washington.

Dikatakan Tifatul, Indonesia memang tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Karena itu, Indonesia tidak memiliki hubungan dagang dengan Israel dan tidak ada kantor perdagangan Israel di Indonesia. “Tapi, kalau berdomisili di Amerika Serikat, meski sahamnya dimiliki orang Israel, sulit ditolak kehadirannya di sini,” ujar mantan Presiden PKS itu.

Memang saya lah yang bodoh dan kurang mengerti namun ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan….
Dimana jelas-jelas media internasional yang bahkan organisasi kemanusiaan Irlandia pun menentang hubungan dengan perusahaan Israel ini, mengapa Indonesia dengan mayoritas terbesar penjunjung tinggi nurani ini dengan sila pancasilanya ‚Äúkemanusiaan yang adil dan beradab‚ÄĚ ini rela bahkan menawarkan diri untuk ditunggangi oleh Negara pengoyak kemanusiaan, apakah pernyataan tersebut hanyalah sebuah tulisan tanpa makna ?

Dimana jelas-jelas berbagai pelanggaran kemanusiaan dilakukan oleh negara ini dalam menjalankan prinsip bahwa mereka adalah umat pilihan, berapa banyak keluarga yang dibunuh oleh pasukan negara bonekanya di Irak, Afganistan dan negara belahan lain, hanya karena alasan yang tidak dapat dibuktikan ?

Apa tidak memikirkan bahwa dengan presentasi terbesar karyawannya yang berada di Israel, maka Israel sendiri memanen devisa dari GNP yang diperolehnya dari belahan negara lain dan secara tidak langsung digunakan untuk cadangan ‚Äúdevisa‚ÄĚ guna menyiapkan proses penyiksaan umat manusia di Palestina dalam peperangan berikutnya‚Ķ ?

Apa kita begitu rendahnya hingga bersedia melacurkan aib negara kita sendiri untuk dimanfaatkan oleh negara parasit tersebut, untuk membantu mereka menyusun sketsa target rakyat negara ini sebagai korban pembunuhan dan kekejian di masa mendatang ?

Mohon penjelasan Partai Keadilan Sejahtera, dan Bapak Pembela Kemanusiaan, Ustadz Tifatul Sembiring…