Ramadhan & Artis Kampungan

Posted on

Aku tahu mau Ramadhan. Dan lihatlah, sekarang artis-artis dengan kampungannya memakai jilbab! Setelah dengan segala kekampungannya 11 bulan lamanya memamerkan aurat, mengecat rambutnya, memakai penutup badan yang memamerkan belahan dada, paha, dan betis. Tiba-tiba penonton awam akan dibikin melompong melongo dongo, tahu-tahu artis bisa berubah drastis seolah memang 2012 mau kiamat saja!

Aku nggak salut sama mereka! Yang demi uang, mengkondisikan bulan suci dengan penampilan sok suci. Setelah nanti usai lebaran, legaaaaa, memakai tengtop lagi! Aku lebih salut justru kepada mereka artis yang konsisten memakai pakaian, mau puasa mau nggak, tetap nggak pakai busana muslim! Tapi, nantinya kemudian memakainya seumur hidup. Kalau sadar bro.!

Kalau nggak sadar, nggak apa-apa, itu tanggung jawab masing-masing diakherat nanti, kok. Yang penting, jangan main-main dengan kedok agama. Hanya karena pengin disebut religius, memakai jilbab bulanan. Usai puasa dan lebaran, pakai busana mini, baju mamerin ketek, belahan dadanya ngintip, dan rambut coreng moreng – ala bule celup. Kampungan di atasnya kampungan!

Yang kampungan asli saja sekarang sedang lari tunggang langgang dikejar-kejar Satpol PP atas nama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. PSK, Waria, dikejar, digedor pintu kamar hotel kelas melati buat menjaring mereka. Asem, bulan depan pasti jadi sepi rejeki. Anak mau dikasih makan apa?!

Tapi, yang runtang runtung sama suami orang, cipokan di depan umum, dan penari striptis di hotel bintang tujuh mana bisa dikejar-kejar aparat dalam menyambutbulan suci Ramadhan!

Nasib yang kampungan beneran dan artis kampungan benar-benar bagai langitdan bumi!

(Posted by Mad Mizan, kompasiana, di edit dikit JUDUL-x oleh Ama Tea)

One thought on “Ramadhan & Artis Kampungan

    Risal said:
    21 Agustus 2010 pukul 13:39

    Sep

Komentar ditutup.