Euforia Sepakbola Cerminkan Himpitan Sosial Ekonomi Masyarakat

Posted on Updated on

Jakarta – Euforia masyarakat terhadap Timnas Sepakbola dalam laga Piala AFF mencerminkan kegundahan masyarakat atas kondisi sosial ekonomi dewasa ini. Akibat tekanan ekonomi, akhirnya masyarakat mencari sarana untuk melupakan sejenak permasalahan yang ada.

“Pemulungpun senang dengan sepakbola. Dengan sepakbola ini, mereka mencoba melupakan permasalahan pahitnya hidup seperti kenaikan harga sembako dan susahnya mencari pekerjaan,” kata sosiolog Universitas Indonesia (UI), Musni Umar dalam bincang-bincang santai dengan detikcom, Selasa, (28/12/2010).

Karena himpitan ekonomi, mereka tiba-tiba seperti terbius dengan kesuksesan Timnas menembus final. Momen inilah yang menjadikan masyarakat bergerak untuk menyerbu bersama-sama Gelora Bung Karno (GBK) dan rela berdesak-desakan hanya untuk mendapatkan satu lembar tiket. “Masyarakat sudah lelah dengan drama hukum seperti kasus Gayus karena tidak merubah himpitan ekonomi mereka. Kasus seperti ini tidak berpengaruh terhadap kondisi secara umum,” beber Musni.

Sayangnya, euforia ini tidak ditanggapi dengan baik oleh pemimpin bangsa dan pembuat kebijakan. Harusnya, mereka merekam euforia ini dan membuat kebijakan konkret dalam mengentaskan kemiskinan dan permasalahan ekonomi. Bukannya memolitisasi euforia ini menjadi bahan publikasi dan kampanye sesaat.

“Ini harusnya disambut dengan cerdas oleh pemerintah dalam setiap kebijakannya. Dengan inspiring soccer, masyarakat bisa berubah. Tinggal bagaimana masyarakat mengaktualisasikan inspirasi ini ke dalam ranah kebijakan,” tutup Musni.

(asp/ape) Detik.com

Iklan