Surat Terbuka Bapa Elias Zahlawi — Imam Katolik Arab — kepada Bapa Suci Paus Benediktus XVI

Posted on Updated on

“Kita Semua Mitra”

Bapa, Bapa Suci

Selama masa-masa sulit dan kritis ini, yang dunia pada umumnya dan khususnya Dunia Timur (Orient) kami sedang alami, saya ingin mengambil kesempatan untuk menyampaikan kepada Anda apa yang sedang berkecamuk dalam pikiran saya, apa yang menjadi beban hati saya, terutama sebagai seorang Imam Katolik Arab dari Suriah, mengenai undangan yang Anda sampaikan beberapa bulan lalu kepada mereka yang bertanggung jawab atas Gereja Katolik Timur, untuk mengadakan konvensi selama Oktober 2010 untuk membahas kondisi-kondisi Umat Kristian Arab dan non-Arab di seluruh negara-negara Timur.

Ada tiga hal yang saya ingin angkat dan diskusikan dengan Bapa Suci , layaknya dari seorang anak kepada ayahnya.

Subyek pertama sehubungan dengan konferensi ini. Saya percaya bahwa semua orang yang menerima undangan baik Anda memuji jenis inisiatif ini.

Tetapi adakah yang memberitahu Anda bahwa undangan itu datang sangat terlambat?

Saya yakin bahwa surat-surat yang sampaikan ke tangan-tangan mereka telah diterima dengan “kekaguman mereka”.

Tetapi adakah yang memberitahu Anda, Bapa Suci, bahwa surat-surat itu tidak mencerminkan fakta di lapangan dari Dunia Timur kami, baik masa lalu maupun sekarang, kecuali (hanya mencerminkan) apa yang Barat lihat dan inginkan seluruh dunia untuk melihat, tak pefuli apakah orang-orang Timur suka ataukah tidak?

Saya yakin bahwa “pakar khusus” Vatikan dan juga duta-duta Anda di Dunia Timur telah mencoba untuk sejujurnya melaporkan apa yang sedang terjadi di dalamnya (Dunia Timur).

Tapi akankah salah satu dari mereka yang menghadiri konvensi, para “ahli” dan “duta”, melihat sesuatu kecuali apa yang diinginkan oleh mereka yang bertanggung jawab atas Gereja Timur untuk dilihat? Atau apakah lingkup tanggung jawab mereka memungkinkan mereka untuk melihat? …

Last but not least, saya yakin bahwa mereka yang akan hadir mengatakan bahwa konvensi telah menemukan kesenjangan-kesenjangan berbahaya di dalam surat-surat “penting” yang disampaikan kepada mereka.

Tapi apakah ada yang mengatakan kepada Bapa Suci secara pribadi atau di depan umum selama pertemuan konvensi sebelumnya, bahwa terdapat kesenjangan-kesenjangan yang mereka tidak temukan? Dan mengapa tidak, Vatikan atau para “pakar” Barat-nya begitu saja mengabaikan ketiadaan pakar-pakar Arab atau Oriental?

Poin kedua adalah tentang yang diundang ke pertemuan dewan sebelumnya dan/atau yang akan datang.

Juga diketahui bahwa mereka yang diundang adalah para patriarki, uskup agung dan/atau kepala-kepala dari beragam hierarki monastik.

Izinkan saya untuk bertanya kepada Bapa Suci: apakah Anda benar-benar yakin bahwa mereka yang diundang benar-benar mewakili Kekristenan Timur, dalam apa yang mendukung atau menentangnya, terutama pada saat kritis ini, untuk tidak mengatakan saat-saat yang menentukan ini?

Saya khawatir bahwa sebagian dari mereka berada di luar apa yang Dunia Timur secara keseluruhan — baik Kristen maupun Muslim — harapkan dari mereka, yang karena sikap dan deklarasi berisiko mereka, karena mereka telah belajar dari posisi dan pertimbangan pribadi mereka untuk menghindari atau mengatasi mereka, yang mengeyampingkan mereka dengan alasan-alasan yang nyata atau tidak nyata, yang terlihat jelas bagi semuanya.

Saya mengatakan bahwa konferensi ini datang terlambat … sangat terlambat. Tapi apa yang saya takut adalah bahwa ia akan muncul ke hadapan publik dunia dengan pengantar yang palsu, resolusi kosong, dan keputusan atau keinginan yang tidak akan membawa kemajuan, tetapi bahkan mungkin sangat menghambat kemajuan, karena ia dapat menambah kegagalan-kegagalan serta kekacauan-kekacauan baru yang berat, di atas beban sejarah yang sudah berat dan melelahkan, serta di atas kebijakan Barat yang salah dan kebijakan internal yang membingungkan dan kadang-kadang memalukan.

Oleh karenanya, saya berpendapat bahwa adalah perlu, dengan izin Anda, untuk memperluas rentang undangan yang sampaikan oleh Tahta Suci, agar mencakup suara-suara berani dan efektif dari berbagai kalangan Kristen, baik Katolik maupun Ortodoks, baik ulama maupun sekuler. Selain itu, (undangan perlu diperluas) kepada berbagai kalangan Islam, terutama karena sebagian besar penduduk Timur adalah Muslim. Diharapkan dengan ini, apa yang dinyatakan di dalam konvensi ini atau apa yang akan dikeluarkan olehnya, sudah semestinya memperhatikan urusan umat Muslim sama halnya ia memperhatikan urusan umat Kristiani.

Point tiga, adalah rentang gereja-gereja Barat, khususnya Vatikan, sehubungan dengan apa yang terjadi di seluruh dunia, terutama terhadap Dunia Timur Arab dan non-Arab.

Pertanyaan pertama saya adalah: Apakah saya telah dijauhkan dari kebenaran jika saya mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi di seluruh dunia pada umumnya dan di Timur pada khususnya, telah dilakukan oleh Barat, maksud saya Amerika Serikat, Eropa Barat, Kanada, Australia, dan Rusia pada khususnya; negara-negara yang mengenggam semua kekayaan dunia kita, dan dengan sendirinya memiliki sebagian besar dari kekuatan-kekuatan pemukul di sekitarnya hingga kini?

Pertanyaan kedua saya adalah: Apakah saya telah dijauhkan dari kebenaran jika saya mengatakan bahwa sebagian besar apa yang sekarang terjadi, pertama di negeri-negeri Arab dan di dunia Islam dan kedua di wilayah-wilayah Islam di seluruh dunia, tidak lain adalah reaksi terhadap penderitaan-penderitaan yang dihasilkan Barat, reaksi yang dimulai dan berlanjut dalam banyak kasus demagogik, berdarah, dan spontan, lalu beberapa diantaranya berlanjut dalam dua modus gerakan bersenjata, pertama perlawanan legal di Palestina yang dijajah, yang secara tidak adil dicitrakan oleh Uni Eropa pada September 2002 sebagai telah dilakukan oleh kelompok-kelompok yang mereka cap sebagai organisasi teroris; kedua perlawanan fundamentalis, yang bermula di Afghanistan ketika melawan Rusia dan kemudian melawan agresi AS, lalu di Irak dan Pakistan, yang dalam hal ini adalah kasus gerakan Taliban dan al-Qaida.

Tapi, adakah orang yang tidak tahu bahwa kedua gerakan ini (Taliban dan al-Qaida) awalnya diciptakan oleh Amerika Serikat sendiri?

Tapi apa yang terjadi di jantung tanah Arab, pada khususnya Palestina, ya Palestina, yang Anda kini hanya menyebutnya sebagai “Tanah Kudus” di gereja-gereja Barat, tidak lain merupakan perang ilegal dan pendudukan yang membuat segala sesuatu menjadi diperbolehkan : membunuh, memenjarakan, menyiksa, mengepung, dan mengusir semua orang Arab Palestina, baik Kristen maupun Muslim, dan semua itu terjadi di hadapan mata seluruh dunia, dengan dukungan penuh dari Barat, dan semua inilah yang membuat Nyonya Clinton berkata: “Menyerang Israel sama dengan menyerang kota Amerika seperti San Diego”, dan ini jugalah yang membuat Nyonya Merkel, Kanselir Jerman, mengatakan juga tanpa malu-malu: “Menyerang Tel Aviv sama seperti menyerang Jerman… “.

Tapi apa yang telah terjadi dan masih terjadi terhadap orang-orang Arab Palestina oleh pendudukan Zionis “Israel”!

Apa hubungan antara apa yang telah terjadi dan apa yang sedang terjadi terhadap orang-orang Arab Palestina, selama lebih dari enam puluh tahun, oleh tangan-tangan Zionis “Israel”, jika dibandingkan dengan hak-hak asasi manusia seperti yang dinyatakan dalam “Piagam Hak Asasi Manusia”, dan semua perjanjian internasional, khususnya Konvensi Jenewa, serta ratusan resolusi yang diadopsi melawan “Israel” oleh PBB dan Dewan Keamanan-nya yang menyedihkan itu? Apakah semua orang di Barat telah menjadi budak Zionisme, untuk mengikuti standar-standar ganda tidak bermoral dalam hubungan Barat dengan entitas Zionis di satu sisi dan seluruh dunia di sisi lain, yang merupakan masyarakat lemah dan dianggap lemah, di sisi lain?

Dengan semua itu, semua Gereja-gereja Eropa bungkam. Ya, yang kami maksudkan adalah semua dari mereka, mulai dengan Vatikan itu sendiri. Ia bungkam diam setelah meninggalnya Paus Yohanes Paulus II, dengan pengecualian Kardinal Boston yang pemberani, Bernard Law.

Saya telah secara teliti dan teratur selama bertahun-tahun ini membaca surat kabar harian Vatikan “corriereromano”, dan menyadari bahwa saat Anda menjadi Paus, bahasanya semakin dinetralkan dalam kaitannya dengan konflik Arab/Zionis, dan hal yang sama juga terjadi berkaitan dengan tragedi-tragedi, kelaparan, penyakit, kemiskinan, eksploitasi, penipuan, dan perampasan terorganisir, yang penyebarannnya di dunia ini semakin menjengkelkan … hari demi hari!

Hal ini semakin menjadi jelas dalam cara yang pedih ketika kunjungan pribadi Anda ke Wilayah Pendudukan Palestina. Saya mengharapkan dari mulut Anda kata-kata yang setidaknya sama berani dan benarnya dengan pendahulu Anda, Paus Yohanes Paulus II, saat ia menjejakkan kaki di tanah Suriah pada 2001, saat ia segera menuntut pelaksanaan resolusi PBB untuk solusi adil dan komprehensif bagi perjuangan Arab!

Saya juga mengharapkan dari mulut Anda kata-kata simpatik, kata-kata penguat, dan pendorong bagi orang-orang Arab Palestina, yang selama lebih dari enam puluh tahun telah dihadapkan oleh Zionisme kepada “Shoah” (holocaust) yang mengerikan secara terus menerus tanpa gangguan, dengan dukungan tanpa batas dari Barat, kata-kata yang setidaknya sama dengan simpati luas yang Anda nyatakan terhadap “orang Yahudi”, misalnya seperti apa yang Anda sampaikan selama pertemuan dengan beberapa pemimpin Yahudi Amerika saat kunjungan Anda ke Amerika Serikat pada 12 Februari 2009, atau selama kunjungan rabi-rabi terkemuka “Israel” ke Vatikan pada 12 Maret 2009!

Dengan penyesalan, saya ingin menambahkan bahwa kebungkaman gereja-gereja Barat lengkap sudah lewat kata-kata buruk yang ditulis oleh beberapa uskup Katolik di Perancis, Jerman, dan Kanada setelah mereka berkunjung ke “Tanah Suci”, dimana mereka menyamakan antara korban-korban Palestina dan para pembantai Zionis. Mereka juga menyatakan “sangat terusik” oleh penderitaan yang dialami kedua pihak, dan mereka selalu mengakhiri kata-kata mereka dengan menyerukan kepada rakyat mereka untuk memanjatkan doa-doa bagi “perdamaian”, dan memberikan bantuan finansial kepada: “Tanah Kudus”.

Kami merasa seolah-olah mereka telah kehilangan penglihatan, dan mereka tidak lagi bisa melihat, otak-otak mereka telah dihapus dan dengan demikian tidak bisa lagi mengingat sejarah Palestina, tanah air Yesus Kristus, baik yang dulu maupun sekarang, dan perubahan penting yang berlangsung di tanah air ini dalam bangunan bersejarah tersebut. Dan apa yang terjadi dengan penduduk pribuminya, baik Kristen maupun Muslim, pembantaian, pengusiran, dan genosida/pemusnahan!

Bapa, Bapa Suci,
Akhirnya, saya memiliki enam pertanyaan, yang saya anggap perlu untuk diajukan kepada Anda pada akhir surat ini:

1. Apakah anti-Semitisme yang Barat, baik Gereja, otoritas, maupun masyarakatnya, lakukan terhadap orang-orang Yahudi bisa membenarkan tindakan-tindakan hari ini, menumpahkan darah orang-orang Timur, Arab dan non-Arab, yang dimulai dengan Arab Palestina, demi orang-orang Yahudi “yang malang”? Dan apakah itu semua membenarkan tetap bungkamnya Gereja Barat melihat ketidakadilan ini, sementara mereka terus meminta pengampunan bagi dosa anti-Semitisme yang mereka sendiri lakukan, dan tidak dilakukan oleh orang-orang Arab dan Muslim?

2. Apakah tidak tampak jelas bagi Gereja-Gereja Barat, bahwa situasi ini akan berakhir dengan dua kejahatan yang luar biasa, yang saya tidak mendapati kemungkinan pengampunan untuknya: Kejahatan pertama, mengubah semua orang Yahudi yang “malang” menjadi sekelompok pembunuh? Kejahatan kedua, mengosongkan Timur dari penduduk pribumi Kristen?

3. Tidakkah Anda melihat dengan rasa takut dan malu kepada semua yang sedang dilakukan kekuatan-kekuatan Barat hari ini di seluruh dunia pada umumnya, dan di Arab serta dunia Islam pada khususnya, dan apa yang kekuatan Barat, yang menginvasi benua Amerika mulai Abad ke-15, telah lakukan? Maksud saya, pemusnahan sistematis sekitar 40-50 juta orang penduduk pribumi seperti yang diakui para peneliti Barat sendiri?

4. Dalam menghadapi semua kejahatan terhadap kemanusiaan, adalah cukup bagi seorang Paus yang baru untuk datang, setelah empat ratus tahun, meminta maaf dari bangsa-bangsa yang dibantai, seperti yang dengan berani dilakukan Yohanes Paulus II, selama kunjungannya yang luar biasa ke berbagai tempat di dunia, sehingga Gereja akan mengatakan bahwa Gereja telah melakukan apa yang harus dilakukan?

5. Bukankah perlu kiranya sekarang gereja-gereja Barat keluar dari kebisuan mereka, dan menyampaikan perkataan Injil, untuk membela mereka yang dianiaya, yang miskin, yang kelaparan, yang sakit dan para tawanan perang karena Yesus mengidentifikasi semua kasih-Nya kepada mereka?

6. Merupakan pertanyaan yang saya dengar Anda sampaikan kepada saya, seperti juga pertanyaan yang diajukan sebagian besar uskup dan imam Barat kepada saya: Tapi “adakah orang mendengar?” Pada gilirannya, saya akan memberitahu Anda dan seluruh Gereja Barat: Kalian tidaklah lebih baik daripada Yesus, “Dia datang untuk umat tertentu, tapi mereka tidak menerimanya”. Tapi meskipun demikian, ia tetap berbicara, dan apa yang Yesus katakan, tidak ada yang pernah mengatakan itu, dan tak seorang pun akan mengatakan itu!

Ya, Bapa Suci, saya punya sesuatu untuk ditambahkan.

Bapa, Bapa Suci, tolonglah, saya putra Anda, Imam Katolik Arab dari Suriah, saya mohon, dengan segala kasih dan kesukaran, untuk mengambil inisiatif dan mengundang elit-elit yang benar dari orang-orang yang bertanggung jawab di Gereja Barat dan sekuler, untuk mendiskusikan dengan mereka yang bertanggung jawab dan jujur di Gereja-Gereja Timur dan seluruh dunia, berdiskusi dengan Kristen dan Muslim, selama konvensi yang akan datang, yang Anda serukan pada Oktober 2010, tentang tanggung jawab atas apa yang terjadi hari ini di Timur dan di seluruh dunia, sehingga dapat mengambil sikap yang dibutuhkan dan tulus sebelum semuanya terlambat.

Banyak waktu telah berlalu, dan hari-hari kini sedang mengandung tragedi-tragedi baru, yang tidak ada seorang pun inginkan terjadi atas orang lain.

Dunia Allah mahaluas, seluas hati Allah, maka saya berharap hati Anda akan cukup luas untuk memahami kata-kata saya,

Anda, Bapa Suci,

Saya mohon Anda untuk berdoa bagi semua saudara-saudara saya di Timur, Muslim, Kristen, dan Yahudi, tolong terima cinta dan hormat anak Anda.

Bapa Elias Zahlawi

(Sumber: palestinethinktank.com. Diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Adib S. Kawar dan direvisi oleh Mary Rizzo untuk Tlaxcala, dicopy dari blog beritaalternatif)