Iran Ungkap Dokumen Penjarahan Era Perang Dunia II

Posted on Updated on

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menghadiri sebuah acara yang menyingkap lima jilid buku yang mencakup berbagai dokumen mengenai pendudukan di Iran pada era Perang Dunia II.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, Ahmadinejad (20/7) mengatakan, “Dokumen-dokumen tersebut menyingkap wajah sebenarnya para perampok.”

Presiden Iran meminta para peneliti dan pakar sejarah untuk mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Perang Dunia I kendati aneh.

Ditekankannya bahwa Kementerian Luar Negeri Iran perlu untuk membentuk sebuah komite yang bertugas mengumpulkan dokumen-dokumen lebih lengkap terkait pendudukan atas Iran pada era Perang Dunia II.

“Kami dapat mengajukan dokumen-dokumen tersebut satu-persatu kepada mahkamah internasional untuk menyusun sebuah kasus,” tutur Ahmadinejad.

Ahmadinejad menyinggung bagaimana kaum kolonialis Barat dengan sangat lihai mengubah penyamarannya pada masa ketika kemerdekaan dan gerakan perjuangan kemerdekaan telah membuahkan hasil.

“Mereka adalah pihak-pihak yang menata sistem penjarahan di dunia, yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah,” tambah Ahmadinejad.

Lebih lanjut Ahmadinejad menjelaskan, “Para penjarah itu menciptakan sebuah tatanan ekonomi global yang akan memudahkan mereka untuk menjarah bangsa-bangsa lain secara otomatis… Mereka telah menjadikan dollar sebagai valuta paling dominan di dunia dan telah mencetak lebih dari 32 trilyun uang kertas dollar tanpa ada dukungan riil dalam beberapa tahun terakhir.”

Untuk itu, Presiden Iran menuntut perubahan dalam sistem keuangan dan finansial termasuk Bank Dunia, yang saat ni mendominasi perekonomian dunia.

Menurutnya, “Selama struktur tersebut tidak berubah, (dan) pondasi Dewan Keamanan dan struktur finansial dan keuangan dunia tidak terusik, maka penjarahan tersebut akan terus berlanjut.”
(IRIB/MZ/NA)