Mofaz: Israel Pecundang, Hamas Pemenang Perang Gaza

Posted on Updated on

Kamis, 2012 November 22 05:51

Shaul Mofaz, pemimpin oposisi Israel di Knesset  Rabu (21/11) menyebut rezim Zionis sebagai pecundang dan gerakan perlawanan Palestina Hamas sebagai pemenang perang Gaza.

Statemen pedas ini dilancarkan Mofaz sebagai reaksi keras atas pernyataan Perdana menteri Israel yang mengklaim Tel Aviv telah meraih tujuannya dalam agresi militer ke Jalur Gaza. Netanyahu mengklaim Israel bersama Washington berhasil menghalau masuknya senjata dari Iran ke Hamas dan dijadikan parameter keberhasilan perang.

Sebelum  pada hari yang sama, Menteri Keamanan Dalam Negeri Zionis Israel mengungkapkan terjadinya ledakan akibat roket muqawama Palestina di Tel Aviv  yang sangat kuat dan luar biasa. “Sudah lama sekali kota ini tidak pernah menyaksikan peristiwa seperti ini, ” tutur Aviv Dichter, Rabu (21/11)

Avi Dichter mengingatkan bahwa beberapa waktu lalu juga terjadi ledakan di sebuah bus yang menggetarkan ibukota Israel. Menyusul ledakan itu, kabinet Israel akan menggelar sidang darurat untuk membahas masalah tersebut.

Pada hari yang sama, Israel Today melaporkan kerugian yang diderita Israel dalam sepekan pasca agresi rezim Zionis ke Jalur Gaza mencapai $1,2 miliar.

“Ini hanya kerugian di sektor perekonomian saja, mengingat belum ada angka pasti mengenai kerugian akibat serangan balasan kelompok muqawama, ” tambah Israel Today, Rabu (21/11)

Sektor pariwisata Israel yang paling terpukul akibat perang baru ini. Sementara itu, sumber-sumber Israel mengkonfirmasikan rusaknya 718 bangunan dan 240 kendaraan akibat serangan roket-roket muqawama Palestina.

Televisi Kanal 10 Israel Selasa malam (20/11) dalam sebuah laporan mempublikasikan sebagian kerugian yang diderita Israel akibat agresinya ke Jalur Gaza. Dalam serangan ini juga 30 lembaga dan organisasi Israel mengalami kerugian besar.

Reuters melaporkan, pabrik roket-roket penghadang pada sistem anti-udara Iron Dome Israel mengakui menipisnya cadangan roket. Pabrik tersebut menyatakan meski proses produksi roket untuk Iron Dome itu terus beroperasi selama 24 jam, akan tetapi permintaan dari militer Israel sangat banyak dan mendesak.

Perusahaan Rafael yang memproduksi roket untuk Iron Dome mengungkapkan jika pabriknya beroperasi secara maksimal, hanya mampu memproduksi 12 roket, sementara militer Israel terpaksa menembakkan dua roketnya dari peluncur Iron Dome hanya untuk menjatuhkan satu roket Grad muqawama.Hingga kini, Israel telah menembakkan 360 dari sistem pertahanan Iron Dome dan untuk setiap roketnya Tel Aviv harus membayar 30 sampai 50 ribu dolar.

Roket-roket pejuang Palestina mampu menembus Iron Dome hingga menjangkau sasaran kota-kota penting Israel termasuk Eilat, Eshkol, Sha’ar Hanegev, Be’er Sheva, Gan Yavne, dan Ashkelon. Tidak hanya itu, roket-roket Palestina juga berhasil mencapai jantung Israel, Tel Aviv.

Media-media Israel sendiri melaporkan bahwa perisai rudal Iron Dome gagal untuk melindungi kota dari serangan roket Palestina. Dilaporkan, sejak Rabu lalu hanya sepertiga dari proyektil yang berhasil dicegat oleh Iron Dome Israel.
Roket muqawana menghantam helikopter, drone dan jet tempur Israel. Sayap militer Hamas menembakkan tiga roket 107 ke arah kapal tempur Israel.
Dinas intelijen Israel menyatakan bahwa Hamas memiliki lebih dari 10 ribu roket jarak menengah dan jauh.

Serangan roket muqawama Palestina menghantam gedung partai Kadima dan distrik Zionis. Serbuan roket pejuang Palestina juga menghantam area halaman gedung perwakilan rakyat Eshkol. Media-media Israel mengkonfirmasikan jatuhnya 5 roket muqawama Palestina jatuh di halaman gedung perwakilan rakyat Eshkol di selatan Israel.Tembakan roket dari arah Gaza memicu ketakutan akut bagi warga Israel.

Para analis menilai Iron Dome gagal menjadi tameng Israel dari serbuan roket pejuang palestina sirna. Rajeh al-Khuri, analis Lebanon mengungkapkan empat faktornya. Pertama, roket dan rudal muqawama Palestina telah menghantam Tel Aviv, Baitul Maqdis (Jerusalem) Eilat, Ashdod, Askalon, Beersheva dan Beertopia, yang merupakan garis merah dan titik vital keamanan Israel.

Kedua, warga Zionis sudah tidak percaya kemampuan Iron Dome untuk melindungi mereka dari serangan roket muqawama. Terbukti 70 persen roket yang ditembakkan dari Gaza mampu mencapai targetnya. Iron Dome dinilai seperti payung yang berlubang.

Ketiga, sikap masyarakat dunia mengecam serangan Israel dan peringatan kepada Tel Aviv untuk tidak melancarkan serangan darat ke Jalur Gaza.

Keempat, pihak-pihak yang membaca peringatan Senator AS Carl Levin soal “ledakan di kawasan” kini mereka berpendapat bahwa Amerika Serikat menilai hujan roket Israel bukan hanya akan menggugurkan anak-anak kecil Palestina melainkan juga sebagai indikasi berakhirnya kesepakatan damai di kawasan. (IRIB Indonesia/PH)