Syiah di Israel

Posted on Updated on

Oleh: Mu’taz Ahmad

“Kami orang-orang Syiah dan pengikut mazhab yang benar. Kami akan memperbaiki akal bangsa ini sama seperti yang disebutkan Allah dalam Kitab-Nya; pantas dan cemerlang.

Wahai Allah Yang Maha Pengasih! Berkati Sayid Hasan Nasrullah dan pengibar bendera Syiah Presiden Ahmadinejad! Bantu dan enyahkan musibah dari mereka!”

Ucapan di atas bukan keluar dari lisan orang-orang Syiah Lebanon dan pengikut Hizbullah dan bukan dari sebagian orang Syiah Iran atau orang-orang Syiah yang tinggal di kawasan Syiah, tapi bagian dari doa yang diucapkan dengan lirih oleh orang-orang Syiah yang hidup di Palestina pendudukan atau Israel.

Fenomena ini sempat dilaporkan oleh sebagian media dan lembaga riset di Tel Aviv yang memunculkan kekhawatiran pejabat politik dan keamanan rezim Zionis Israel dan akhirnya media-media massa di sana menyebut fenomena ini sangat membahayakan Israel. Sebagian kelompok Syiah di Israel sangat aktif yang secara alamiah terus mengalami pertumbuhan dan punya hubungan dengan pelbagai organisasi dan kelompok. Hubungan ini tentu sangat berbahaya dalam pandangan rezim ini.

Data Statistik

Kantor Pusat Data dan Statistik Zionis Israel dalam laporan tahunannya yang dirilis tahun 2007 menyebut jumlah orang-orang Syiah yang resmi di Israel mendekati 600 orang, namun lembaga ini tidak terlalu percaya dengan angka tersebut. Ketidaktepatan angka yang disebutkan mengenai jumlah orang Syiah di Israel  karena mereka menyelenggarakan acara-acara keagamaan mereka secara rahasia. Mereka berlaku sedemikian rupa agar tidak sampai dikenal. Karena bila mereka sampai diketahui bermazhab Syiah, pasti kehidupan mereka akan semakin sulit. Oleh karenanya jumlah orang Syiah di Israel lebih banyak dari jumlah yang disebutkan.

Situs Kanal Tujuh Televisi Yaman dalam item yang dikelola oleh orang-orang Arab yang tinggal di Israel menyebut jumlah orang Syiah di Israel sepuluh kali lipat dari yang diumumkan oleh kantor pusat data dan statistik rezim ini dengan bersandarkan pada sumber-sumber keamanan yang dapat dipercaya, yakni populasi syiah di Israel mencapi 6.000 orang dan bila ditambahkan dengan para simpatisan Syiah orang-orang Arab di Israel jumlah mereka bisa mencapai 10 ribu orang. Mereka yang memeluk syiah ini karena sudah tidak lagi dapat berharap untuk memperbaiki kondisi yang ada dan juga krisis politik dan sosial yang dihadapi orang-orang Arab. Oleh karenanya mereka melihat solusi Syiah sebagai alternatif untuk keluar dari krisis yang ada.

Patut menjadi pertanyaan di sini adalah mengapa Israel merasa khawatir dengan angka ini. Karena keberadaan mazhab Syiah di Israel dan pengaruhnya dengan sendirinya mampu menciptakan krisis dan masalah besar yang berarti kemenangan sejumlah teori anti Zionis Israel. Satu dari teori ini adalah ekspor revolusi Syiah Iran ke luar dari teritorialnya yang merupakan prinsip Revolusi Islam di Tehran dan itu berarti keberhasilan Tehran mengekspornya tepat di jantung musuhnya. Hal ini juga berarti kemenangan pemikiran dan strategi Hizbullah atas Israel dan terhitung keberhasilan gerakan ini dalam merekrut anggota baru ke dalam mazhab Syiah dan juga kemenangan militer terakhir pengikut Syiah di Yaman.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa orang-orang Arab Israel yang memeluk mazhab Syiah sejak terbentuknya rezim Zionis Israel tahun 1948 secara aktif melakukan acara keagamaan mereka secara khusus guna menarik orang lain memeluk mazhab ini. Aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran khusus bagi Israel. Riset ini berasal dari laporan dua bulan sebelumnya Meir Dagan, Ketua Dinas Rahasia Israel Mossad kepada Ehud Olmert, Perdana Menteri waktu itu Israel. Dalam laporan tersebut Meir Dagan menyebut sejumlah pengikut gerakan Islam di Israel yang dipimpin oleh Syeikh Raid Salah di utara, Syeikh Ibrahim Marmur di selatan telah telah memeluk mazhab Syiah dan di kawasan Arab seperti Kofr Kana, an-Nasirah, Syafa Amru, al-Jalil, al-Mutsallats, Yafa, Majd al-Kurum dan Negev serta orang-orang Syiah secara periodik aktif melakukan pertemuan rahasia.

Jelas sudah bahwa hubungan rezim Zionis Israel dengan mazhab Syiah kembali pada masa lalu. Orang-orang Syiah sejak dahulu hidup di Palestina dan sebagian di kawasan utara yang berbatasan dengan Lebanon dan Suriah kini. Sebagian daerah-daerah ini menyaksikan pelbagai kejadian bersejarah mengenai orang-orang Syiah seperti di Kofr Manda dan Kofr Kinya, bahkan Syafa Amru dan Majd al-Kurum yang saat ini menjadi bagian dari Palestina pendudukan. Orang-orang Syiah sebelum terbentuknya Zionis Israel telah lama hidup di daerah ini. Sebagian dari mereka terpaksa meninggalkan Palestina, sebagian besar pindah ke Irak dan sisanya pergi ke Suriah dan sebagian negara-negara Teluk Persia dan Mesir.

Baru-baru ini muncul pembicaraan mengenai orang-orang Syiah di Mesir. Sejatinya, mayoritas Syiah Mesir berasal dari orang-orang Arab asli Palestina yang terpaksa meninggalkan tanah airnya akibat tekanan militer Israel. Puluhan rakyat Palestina yang berada di daerah-daerah seperti Palmah dan Haganah memeluk macam-macam mazhab. Mereka kemudian pergi dari daerah tersebut ke pelbagai penjuru dunia.

Nama sebagian tokoh-tokoh Syiah Palestina yang sejak awal telah memeluk Syiah disebutkan dalam laporan tersebut seperti Syeikh Abdurrafi’ al-Muhajanah, Syeikh Loui Dawud dan Syeikh Muhammad Zahaliqah adalah para pendakwah dan pembela Syiah di sana.

Jelas ada sejumlah kelompok-kelompok sederhana Syiah seperti Aulad Abdurrafi’ (Keturunan Abdurrafi’) secara resmi melakukan aktivitasnya di sebagian daerah-daerah Arab di Palestina pendudukan, bahkan mereka juga menerima bantuan keuangan sama seperti kelompok-kelompok agama lainnya seperti Yahudi dan Kristen. Sebagai contoh, organisasi ini bulan Juli 2008 meminta kepada rezim Zionis Israel agar mengizinkan orang-orang Syiah Israel melakukan ziarah ke tempat-tempat suci di Irak seperti Najaf dan Karbala atau tempat-tempat ziarah lainnya di Iran seperti Qom, namun pemerintah dan badan intelejen Israel menolak keras permintaan ini. Masalah ini masih terus dibahas di pengadilan tinggi Israel. Namun baru-baru ini akibat kunjungan sebagian anggota Arab parlemen Israel (Knesset) ke Suriah dan Lebanon muncul undang-undang yang melarang orang-orang Israel untuk mengunjungi negara-negara seperti Iran yang secara transparan menyebut dirinya sebagai musuh Israel dan siap untuk menghapus rezim ini dari peta dunia.

Selain organisasi Keturunan Abdurrafi’ ada organisasi lain bernama Syiah Hakiki di daerah al-Mutsallats di Israel yang melakukan aktivitasnya secara rahasia sehingga membuat media massa Israel sangat penasaran akan kelompok ini. Rasa penasaran ini semakin meningkat di saat organisasi ini mengeluarkan pernyataan yang menuntut agar Syiah diakui secara resmi dalam kelompok minoritas agama yang punya pengaruh di kancah politik. Dalam pernyataan itu disebutkan, tidak boleh menggabungkan politik dengan agama dan mengingatkan bahwa Amerika sangat membantu orang-orang Syiah Irak dan mengantarkan mereka ke tampuk kekuasaan. Dengan mencermati bahwa tidak ada teks Syiah yang mendorong untuk memusuhi Yahudi, Barat atau Amerika, pemerintah Israel sebagai pemerintah yang bebas harus mengakui mazhab ini secara resmi dan mencatat identitas mereka di kartu tanda pengenal.

Menariknya lagi, organisasi ini beberapa pekan sebelum mengeluarkan pernyataan tersebut juga telah mengeluarkan sejumlah statemen yang memboikot kerjasama dengan orang-orang Ahli Sunnah dan tokoh-tokoh gerakan Islam seperti Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dan Jihad Islam serta kelompok-kelompok yang beraktivitas di Palestina pendudukan. Pernyataan ini terbukti tidak pernah ditandatangani oleh seorang pun dan kelompok ini juga mengumumkan bahwa pengikut Ahli Sunnah di sepanjang sejarah banyak menyusahkan orang-orang Syiah.

Ketika pernyataan ini dipublikasikan di daerah al-Mutsallats yang merupakan daerah agamis yang beraliran keras, pelbagai reaksi bermunculan dan itu kembali pada tidak adanya seorang pun yang menandatanganinya, bahkan naskah yang dimuat oleh media massa hanya memuat nama Syiah Hakiki. Organisasi ini berusaha  menyebarkan pernyataan tersebut lewat email untuk membangun hubungan dengan sebagian orang-orang Arab di Israel.

Sejumlah organisasi Syiah lain di Israel yang masih aktif seperti Syiah Abrar, Keturunan Husein dan Syiah di hati mengeluarkan statemen yang mirip dengan pernyataan Syiah Hakiki. Seluruh organisasi ini melakukan aktivitasnya secara rahasia dan mengirimkan pesan mereka lewat email.

Ada juga kelompok-kelompok kecil yang secara terang-terangan melakukan aktivitasnya, namun kegiatan dan kecenderungan kelompok-kelompok rahasia yang disebutkan sebelumnya membuat sejumlah organisasi kecil ini terpaksa merahasiakan juga kegiatan mereka dan secara perlahan-lahan mereka terseret memusuhi kekuatan yang berkuasa di Israel. Sementara sekalipun rezim Zionis Israel memberikan kebebasan kepada setiap kelompok untuk melakukan acara keagamannya, namun tidak pernah mentolerir bila kebebasan ini dimanfaatkan untuk mengancam keamanan Tel Aviv.

Selain organisasi yang disebutkan di atas ada kelompok seperti organisasi al-Amr, Ummul Fahm, al-Khair, dan al-Islam melakukan aktivitasnya di daerah-daerah Arab di Israel memilih sejumlah anggota yang berasal dari orang Syiah. Orang-orang Syiah ini melakukan aktivitas sosialnya secara berkelompok berdasarkan program yang ada dan tidak melakukannya sendiri-sendiri. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Sumber: Koran Al-Seyassah, vol 13696, Majalah Mingguan Pegah Hawzeh, vol 240.

Proudly Powered by Ama Salman al-Banjari  (Kampoengsufi)