Pembunuh Peziarah Imam Husain

Posted on Updated on

Hampir setiap tahun di bulan suci Muharam seperti saat ini, atau di saat peringatan Asyura dan Arbain, para teroris meledakkan bom di tengah-tengah peziarah Imam Husain bin Ali. Pada tahun 2012 ini saja, sudah ada ratusan korban yang wafat. Hari ini, Russia Today melaporkan 24 orang tewas dan 91 lainnya luka-luka ketika sebuah bom mobil dan dua bom di pinggir jalan diledakkan oleh para teroris. Semua bom ini diledakkan di area berpenduduk Syiah. Meskipun tinggal di sebuah negara dengan mayoritas penduduknya adalah Syiah, mereka tetap wafat karena sebuah keyakinan.

Saya pun teringat dengan cuplikan ceramah Sayid Ahmad Syirazi yang ditujukan kepada para teroris. Sayid Ahmad Syirazi mengatakan bahwa para teroris yang meledakkan dirinya sendiri dan membunuh para peziarah makam Imam Husain adalah orang-orang yang miskin dan fakir. Fakir bukan saja keadaan di mana seseorang kekurangan harta, tetapi juga karena kurangnya pemahaman, kurangnya kebudayaan, dan kurangnya pengetahuan agama. Selengkapnya dalam ceramah Sayid Ahmad Syirazi:

Para teroris mengira dengan melakukan pemboman seperti itu dapat mencegah dan menghentikan para peziarah untuk mengunjungi Imam Husain. Kebodohan macam apa ini? Sebelumnya telah ada pemimpin kalian dari kalangan komunis, Lenin, yang berkata, “Bunuhlah Karbala!” Apakah dia mampu?

Sebelumnya telah ada pula dari kalangan dinasti Abbasiah, Al-Mutawakkil, yang membunuh dan memutus tangan dan kaki di masa ketika para peziarah Imam Husain begitu sedikit. Berapa banyak yang dia bunuh? Berapa banyak dia memutus tangan dan kaki para peziarah? Apakah dia mampu? Al-Mutawakkil adalah seorang emperator. Bahkan sebelum dia telah ada Harun, juga telah ada Al-Hajjaj, bahkan sebelumnya lagi adalah Yazid! Semoga Allah menjauhkan rahmat dari mereka. Dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki, apakah mereka mampu?

Di mana Al-Mutawakkil saat ini? Di mana Yazid? Di mana Harun? Jika kita ingin menghormati mereka, kita akan katakan mereka berada dalam tumpukan abu sejarah. Tapi tidak, mereka berada di dalam hukuman Allah yang Maha Kuasa yang (membakar) sampai ke hati (QS. Al-Humazah: 7). Kita berlindung kepada Allah. Mereka saja tidak mampu, sekarang kalian dengan kekuatan yang terbatas mencoba melawan di tengah aliran arus yang deras. Siapa kalian? Tiran di Irak telah berkuasa dengan cara melarang para peziarah (untuk mengunjungi Imam Husain) bertahun-tahun! Di mana dia sekarang?

Sekarang, lihatlah di mana bendera Imam Husain? Bendera Imam Husain berkibar memikat hati-hati yang melihat. Ketika seseorang melihat bendera tersebut di kubah Imam Husain, ia akan menarik hati orang-orang dan para tiran pergi di mana tiada tempat kembali. Kebodohan macam apa yang ingin mencegah orang untuk menziarahi Imam Husain? Mustahil…  seperti seekor nyamuk yang berada di hadapan kereta api yang besar, berdiri di hadapan angin topan.

Meski para teroris tetap melakukan hal tersebut, yakinlah bahwa putra-putra kalian kemudian akan mengikuti mazhab Syiah dan kemudian menziarahi Imam Husain! Cucu-cucu kalian akan menjadi seorang Syiah dan menziarahi Imam Husain! Putra Al-Mutawakil kemudian menjadi seorang Syiah. Al-Muhajir putra Khalid bin Al-Walid, siapa dia? Seorang Syiah! Muhammad putra Abu Bakar, siapa dia? Berada dalam barisan penolong Imam Ali!

Muhammad bin Abu Bakar: Pembela Ali

Kasyajim, siapa dia? Dia adalah cucu dari pembunuh Imam Musa bin Jafar, Sindi bin Syahik. Kasyajim adalah seorang Syiah yang taat di antara para penyair-penyair Arab. Hampir seluruh syair-syairnya berisikan ratapan untuk Imam Husain, sementara sisanya pujian untuk Imam Ali dan ahlulbait.

Putra-putra kalian, wahai para teroris, akan menjadi seorang Syiah dan menziarahi Imam Husain! Kalian mampu mengunci akal kalian sendiri, tapi tidak akan mampu untuk mengunci akal putra-putra kalian. Putra-putra kalian akan membuka kitab-kitab hadis kalian sendiri dan menemukan, “Ali bersama kebenaran dan kebenaran bersama Ali. Di mana pun kebenaran berada, di sanalah Ali bersamanya.” Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? (QS. Yunus: 35)

Imam Ali tidak hanya membimbing kepada kebenaran,  Di mana pun kebenaran berada, di sanalah Ali akan berjalan bersamanya. Ini berarti di manapun kalian menemukan kebenaran, kalian juga akan menemukan Imam Ali; di mana pun kalian menemukan Imam Ali, kalian juga akan menemukan kebenaran. Ini riwayat yang berada di kitab-kitab kalian. Apakah kalian mampu mengunci akal keturunan kalian? Tidak.

Keturunan kalian akan membaca sebuah hadis yang disampaikan nabi saw. kepada Aisyah, “Menziarahi Imam Husain seperti berhaji tujuh puluh kali dan umrah tujuh puluh kali.” Ada begitu banyak riwayat nabi menyampaikan keutamaannya. Mereka akan membaca hadis-hadis sahih dalam kitab kalian yang juga saya baca pekan lalu bahwa nabi mencium tanah Imam Husain. Apakah kalian mampu mengunci akal anak-anak kalian? Tidak.

Karbala dalam Kitab Ahlusunah

Terakhir, sekalipun kalian membunuh para peziarah Imam Husain, demi Allah, sungguh beruntung mereka. Tahukah kalian di mana kalian akan terbunuh? Sekarang mereka telah bersama Imam Husain. Sekarang Rasulullah saw. menyambut mereka.

Sumber : http://ejajufri.wordpress.com

Baca Juga: