Kedubes Amerika di Indonesia

Posted on Updated on

Kedubes ASWawancara dengan : Ichsanuddin Noorsy Pengamat Kebijakan Publik.

Apakah keberadaan Kedubes Amerika berbahaya bagi kedaulatan Indonesia?

>> Potensi ancaman terhadap kedaulatan Indonesia menjadi sangat tinggi dengan keberadaan Kedubes Amerika, apalagi kalau Kedubes tersebut diperluas dan dipertinggi.

Mengapa?
>> Karena kegiatan intelijen dengan alat sadap secanggih apapun, tetap memerlukan landas kontinen darat atau landas berlabuh. Landas berlabuhnya, ya kedubes yang tinggi itu.
Karena mereka itu tidak mungkin bisa hidup di udara terus menerus, tidak mungkin hidup di laut saja, tetapi lebih banyak hidup di darat, di daratnya itu ya itu, kedutaan besar Amerika untuk Indonesia.

Apa relevansinya gedung kedubes yang tinggi itu dengan geopolitik ekonomi Amerika di Indonesia dan Asia Pasifik?
>> Sangat relevan! Jadi, pada posisi sebelum Presiden Amerika Barrack Obama bermaksud menempatkan 2500 pasukan marinirnya di Darwin, Australia, Amerika telah menempatkan sekitar seratus ribu pasukan di kawasan Asia Pasifik.

Darwin? Terlalu dekat dengan Indonesia dong?
>> Makanya, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa protes.Tetapi protesnya langsung berubah ketika dia ditegur langsung oleh Obama. Nah, sekarang itu pasukan Amerika tersebut bukan hanya di Darwin tetapi sudah masuk ke Papua. Itu membuktikan betapa strategisnya kawasan Asia Pasifik dan Indonesia.
Karena jalur kelautan Asia Pasifik masa depan yang menjadi jalur utamanya itu ada di Indonesia, yakni Selat Malaka dan Selat Pasifik di sana.
Pemerintah Indonesia tidak berani secara terbuka memberikan Menado atau Papua sebagai pangkalan militer Amerika. Makanya, tentara-¬tentara tersebut masuk ke Papua dengan selubung tenaga ahli pertambangan di kawasan Freeport, BP Migas dan lainnya.
Jadi mereka tiap kali menyusup atas nama tenaga ahli, apakah tenaga ahli keuangan, tenaga ahli perminyakan atau tenaga ahli pertambangan lainnya. Karena itu, dugaan saya jumlah intelijen Amerika di Indonesia sudah belasan ribu.
Apalagi Indonesia akan memasuki kondisi rawan pada 2014. Belum lagi Cina demikian gencar menyerang Indonesia dengan prespektif barangnya. Kan kegiatan intelijen Cina juga cukup dahsyat mengimbangi intelijen Amerika dan Inggris.
Karena Cina juga melihat — seperti halnya Amerika, Eropa, Singapura dan Jepang melihat — ¬betapa strategisnya Indonesia. Karena itu mereka juga turun dengan sosok intelijen yang berwajah lebih manis dan santun ketimbang intelijen Amerika dan Eropa yang menunjukkan sikap arogansi yang tinggi.

Apa saja kejahatan ekonomi Amerika terhadap Indonesia?
>> Jadi, sejarah penjajahan Indonesia di bawah ketiak Amerika, World Bank, IMF dan segala cecunguknya itu, tolong disebut segala cecunguknya gitu yah, justru sudah berjalan sejak lama. Kemudian dilawan Soekarno sehingga Soekarno jatuh.
Kalau menggunakan pendekatan sejarah, sejak 1897 sesungguhnya Amerika sudah meminta kepada pemerintah Hindia Belanda agar mereka mendapat alokasi sumber daya migas. Tetapi Hindia Belanda menolak. Amerika pun menekan Den Haag (Perdana Menteri Belanda—red).
Maka di awal abad 20 Amerika mendapatkan konsensi dari Den Haag sehingga Hindia Belanda tidak berkutik untuk melarang perusahaan migas Amerika yakni Standard Oil beroperasi di Sumatera Utara dan Shell di Kalimantan.
Jadi sejak akhir abad 19, Amerika memang sudah melihat betapa besarnya potensi sumber daya alam Indonesia.
Begitu Belanda jatuh, terjadi restrukturisasi industri pertambangan di Indonesia, ada beberapa industry pertambangan Belanda yang kemudian di Indonesiaisasi, yang menjadi cikal bakal berdirinya Permigas, Permian, dan Pertamina.Tapi.setelah itu tidak ada nasionalisasi lagi, karena Soekarno tidak lagi melakukan nasionalisasi.

Mengapa?
>> Pada Desember 1949, Amerika melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) menekan Indonesian melalui tiga kebijakan Menteri Luar Negeri Amerika.
Pertama, Indonesia harus membenarkan keberadaan dan beroperasinya perusahaan-¬perusahaan asing di Indonesia.
Kedua, Indonesia harus segera mencatatkan diri sebagai anggota lembaga keuangan dan moneter internasional IMF.
Ketiga, Indonesia harus membayar utang yang dibuat oleh pemerintah Hindia Belanda, sebesar 4,2 milyar dolar.
Dan ketiga-tiganya itu berjalan hingga sekarang.

Kok Soekarno mau sih?
>> Soekarno melakukan perlawanan. Pada 1956, Soekarno membatalkan perjanjian KMB. Tahun 1958, Soekarno berteriak melakukan nasionalisasi atas sejumlah perusahaan Belanda dan Inggris. Tahun 1965, 23 Agustus, Soekarno membatalkan Undang¬Undang Penanaman Modal. Di situlah puncak kemarahan Amerika!
Hanya hitungan lima minggu dari 23 Agustus, tepatnya pada 30 September -1 Oktober, Soekarno dijatuhkan dalam operasi intelijen Amerika yang dikenal dengan sebutan G30S/PKI.
Tidak puas hanya menjatuhkan Soekarno, tetapi Amerika pun mempermalukan Soekarno dengan menekan Soekarno untuk menandatangani Undang¬Undang Penanaman Modal Asing No 1 Tahun 1967.
Sejak Soekarno dipermalukan pada 10 Januari 1967 itulah kejayaan Indonesia habis, Amerika semakin leluasa mencengkeram Indonesia hingga hari ini.

Sumber : FB Hadi Joban in DR Muhsin Labib MA FOR DPD RI 2014 (Files) · Edit Doc