Ancaman Hizbullah

Posted on Updated on

hizbullah12Alex Fishman, seorang analis militer Israel militer mengatakan bahwa selama ini Israel selalu menyepelakan sikap dr para pemimpin Arab kecuali Sayyid Hasan Nasrallah.

Salah satu surat kabar rezim Zionis Israel mengatakan bahwa ancaman-ancaman Sayid Hasan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Lebanon selama perang tahun 2006, terbukti dalam waktu 24 jam. Karenanya mereka meminta petinggi Tel Aviv untuk menanggapi setiap ancaman Sekjen Hizbullah itu dengan serius.

Sebagaimana dilaporkan Fars News (11/5), Yediot Aharonot, surat kabar dengan tiras terbesar di Israel mendesak petinggi Tel Aviv untuk menanggapi dengan serius ancaman dan sikap terbaru Sayid Hasan Nasrullah.

Alex Fishman, analis masalah militer di surat kabar itu, dalam makalahnya menentang kebijakan pemerintahan Israel yang menyetujui dilakukannya serangan udara ke Suriah.

Terkait ancaman terbaru Nasrullah, Fishman mengatakan, “Israel berusaha menyepelekan sikap yang diambil pemimpin-pemimpin Arab, namun jelas bahwa di Timur Tengah terdapat pemimpin-pemimpin spesial seperti Nasrullah yang ketika mengancam, kita harus mendengarkannya dengan baik.”

Menurutnya terdapat banyak bukti yang menunjukkan keselarasan antara ucapan dan perbuatan Nasrullah, termasuk kebenaran ancamannya. Oleh karena itu ketika Nasrullah mengulangi ancaman Bashar Assad, Presiden Suriah untuk menjadikan Dataran Tinggi Golan sebagai konsentrasi perlawanan rakyat, Israel harus menanggapinya dengan serius.

Mengutip ungkapan Ronen Cohen, seorang mantan jenderal senior militer Israel dan penulis buku tentang teknik berpidato Nasrullah dalam perang kedua Lebanon, Fishman mengatakan, “Sebagian besar pidato Nasrullah disampaikan sebagai perang urat syaraf dan untuk menjelaskan strategi, namun sebagiannya lagi berkaitan dengan masalah-masalah praktis dan operasional.”

Ditambahkannya, “Seluruh ancaman Nasrullah di perang tahun 2006 terbukti dalam jangka waktu 24 jam setelah pidatonya. Akan tetapi yang membingungkan adalah pada masa damai, pasalnya di masa itu, realisasi ancaman-ancaman tidak harus segera.”

Cohen mengatakan bahwa Nasrullah itu lugas dan ia menegaskan akan mendukung perlawanan di Dataran Tinggi Golan.

Hizbullah, katanya, memegang wilayah perbatasan Suriah-Israel, seperti halnya mereka mampu menguasi Gurun Sinai dan Jalur Gaza sebelum ini. (IRIB Indonesia/HS)