Jerman : Kiblat Agama Baru

Posted on Updated on

Agama BOLA
Mendapat umpan silang dari kiri, sebuah sontekan kaki dari Goetze pemain muda pengganti Klose di waktu tambahan membuat Jerman unggul 1:0 atas Argentina yang berjuang keras 90 menit untuk bertahan dari gempuran Der Panzer. Pestapun telah usai, 1 bulan gegap gempita sepakbola mampu menyihir 1 Milyar manusia diseantero dunia, mulai dari Sao Paolo Brazil, New York, Haiti, kaki pegunungan Himalaya hingga penduduk kampung Cianten di ujung Cianjur Selatan yang belum tersentuh listrik PLN.

Robben

Inilah sepakbola, ia tidak saja mampu meredam (sementara) hingar bingar pilpres, gejolak timur-tengah, brutalitas rezim Israel, kenaikan harga sembako jelang bulan puasa bahkan sampai urusan ekonomi rumahtangga seolah sirna.

Mata tidak terpejam, tayangan langsung teve, secangkir kopi ABC laku keras termasuk kacang Garuda telah menjadi sahabat dalam mengganti butiran tasybih & air mata doa di setiap malam-malam Ramadhan. Inilah sihir baru, inilah kiblat baru manusia, inilah agama baru (new religion).

Alvin Toffler jauh hari sebelumnya sudah meramalkan dalam Gelobang Ketiga (3th Wave); abad 21 akan melahirkan sebuah era agama baru (New Age); dimana semua manusia apapun suku, ras, kebangsaan & agama akan bersatu dalam sebuah Global Religion, yaa inilah sepakbola – ritual global baru yang manawarkan surga tanpa Tuhan!


Dibalik tangan-tangan “Ghaib” ritual agama baru ini dibangun & terus disempurnakan, kitab sucinya ditulis oleh orang-orang suci yang memegang khilafah di FIFA, tokoh-tokoh ‘impian’ diciptakan oleh semua media termasuk klub, pemain, manajer. Baju taqwanya adalah jersey, pakai ihram disebut kaos timnas hingga para bidadari-bidadari bergelar WAG’s disajikan sebagai balasan amal sholeh atas keikhlasan dalam berjuang.

Kompetisi dibangun sejak kota-kota kecil di 5 benua, gejolah jihad perjuangan dipupuk pada anak, remaja, pemuda, laki-wanita hingga para orangtua, puncak syahadahnya adalah dalam kemenangan meraih gelar champion; juara dunia, bro!
Layaknya seperti konflik Sunni-Syiah dalam Islam, Katholik-Protestan dalam Kristen, Uni Soviet vs NATO, rivalitaspun dibangun; ada mazhab Eropa, ada lawan bernama Latin, dua-dua saling berebut dominasi setiap ajang Akbar 4 tahunan di piala dunia. Jerman, Inggeris, Portugal, Spanyol, Italia berada dibawah panji Eropa , nun jauh di seberang lautan sana ada Brazil, Argentina, Uruguay dan Meksiko yang menjadi lawan tanding dalam menjaga keabadian Agama baru ini.
Dan tahun ini kiblat dewa keberuntungan beralih ke Eropa, juara baru piala dunia 2014 tercipta. Setelah meluluhlantakkan tuan rumah Brazil 7:1 dan menghempaskan harapan Argentina dengan 1:0, Jermanpun juara, BRAVO der Panzer!

Selamat Beribadah dalam Agama Baru…,  Happy Football Mubarak

Salam Bahagia @Lembang_Tiris
(Amasufi@Bola2014)

Sumber : MAHDI-NEWS.COM