Dinasti Saudi: Dari Mana Asal Mereka?
Penelitian dan pemaparan Mohammad Sakher:
Setelah menemukan fakta-fakta di bawah ini, Rejim Saudi memerintahkan untuk membunuhnya.

Apakah anggota keluarga Saudi berasal dari Suku Anza bin Wa’il seperti pengakuannya?
Apakah agama mereka Islam?
Apakah mereka asli Bangsa Arab?
Di Najd, pada tahun 851 H serombongan bani Al-Masalikh, keturunan Suku Anza, membentuk sebuah kafilah dipimpin oleh Sahmi bin Hathlul, ditugaskan untuk membeli bahan makanan, biji-bijian gandum dan jagung ke Iraq. Ketika sampai di Bashra, mereka langsung menuju ke sebuah toko pakan yang pemiliknya seorang Yahudi bernama Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe. Ketika sedang berlangsung tawar-menawar, Yahudi si pemilik toko bertanya kepada mereka: “Berasal dari suku manakah Anda?”. Mereka menjawab: “Kami berasal dari Bani Anza”, salah satu Suku Al-Masalikh”. Baca entri selengkapnya »
Inilah Alasan Mengapa Iran Sanggup Hadapi Embargo Dunia Barat
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Iran bukanlah anak kemarin sore yang mudah takluk dengan hanya gertak sambal lewat pemberlakuan embargo oleh dunia Barat. Sebab, sejarah mencatat Iran berulang kali diembargo, namun tetap saja bertahan bahkan mampu berkembang secara mandiri.
Iran Pemenang Perang di Irak
Koran USA Today dalam analisanya mengevaluasi capaian militer Amerika Serikat dalam pendudukannya selama sembilan tahun di Irak. Koran beroplah besar di Amerika Serikat itu mengakui bahwa Iran menjadi pemenang perang di Irak. Masalah penarikan mundur pasukan Amerika dari Irak dan dampaknya bagi kepentingan AS di Timur Tengah, dikupas dalam analisa tersebut.
Di awal analisa itu disebutkan, “Di dunia fantasi dan ideal, perang Irak harus diakhiri dengan perdamaian, ketenteraman, stabilitas, dan demokrasi. Pada saat yang sama, Iran harus tergeser ke tepi, dan rakyat Irak seharusnya bersuka cita melupakan kegembiraan mereka di jalan-jalan Baca entri selengkapnya »
Menua Yang Indah
Deepak Chopra pernah menulis buku Grow Younger Live Longer, ada fakultas kedokteran yang membuka program pasca sarjana anti aging, namun kendati demikian ia tidak bisa menolak kenyataan semua menua. Pohon, binatang, manusia, semesta semuanya menua. Perhatikan es yang meleleh di kutub, cuaca yang mengalami anomali, bencana di mana-mana, semua adalah tanda-tanda semesta yang menua. Baca entri selengkapnya »
Negara Ford: Membangun Elite untuk Indonesia
Strategi Ford Foundation yang telah Menciptakan Elite Penguasa (boneka) di Indonesia
Dari Steve Weissman, ed, anggota dari Pusat Studi Pasifik dan Amerika Utara pada Kongres Amerika Latin, The Trojan Horse: Sebuah Kajian Radikal tentang Bantuan Asing (Palo Alto CA: Ramparts Press, 1975 edisi revisi)., Hlm 93 – 116. Sumber: http://www.cia-on-campus.org/internat/indo.html
Oleh : David Ransom
____________
Catatan Penulis: Sebagian besar bahan dalam artikel ini dikumpulkan dari berbagai wawancara pribadi yang dilakukan antara Mei 1968 dan Juni 1970. Wawancara dengan berbagai anggota Departemen Luar Negeri dan Ford Foundation dari masa lalu dan sekarang, anggota fakultas di Harvard, Berkeley, Cornell, Syracuse, dan University of Kentucky, dan orang Indonesia, baik yang mendukung dan menentang pemerintah Soeharto. Bila memungkinkan, nama mereka muncul dalam teks. Informasi lain dalam artikel ini berasal dari pembacaan berbagai macam literatur yang tersedia tentang sejarah dan politik Indonesia. Akibatnya, hanya item-item yang catatan kaki yang secara langsung berupa kutipan atau parafrase dari sumber tercetak. Baca entri selengkapnya »
Agama & Kekerasan
“Jika aku bisa mengayunkan tongkat sihirku dan harus memilih apakah melenyapkan perkosaan atau agama, aku tidak akan ragu-ragu lagi untuk melenyapkan agama,” tulis Sam Harris, yang bersama Daniel Dennett dan Richard Dawkins dikenal sebagai the Unholy Trinity of Atheism.
“Agama sudah semestinya ditinggalkan manusia bukan karena alasan teologis, tetapi -masih kata Harris dalam The End of Faith: Religion: Terror and the Future of Reason – “karena agama telah menjadi sumber kekerasan sekarang ini dan pada setiap zaman di masa yang lalu”. Baca entri selengkapnya »

